IMPLEMENTASI
DAKWAH DENGAN MENGGUNAKAN KOMUNIKASI VERBAL
Secara
Etimologi: “dakwah” dari kata da’a, yad’u (panggilan, ajakan, seruan). Secara
Terminologi : Syech Ali Mahfudh dalam kitabnya “Hidayatul Mursyidin”
mengatakan bahwa dakwah yaitu mendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan
mengikuti petunjuk agama, menyeru pada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Prof.
Toha Yahya Oemar, MA. Mengatakan bahwa dakwah adalah mengajak manusia dengan
cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk
kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat (Taha Yahya Oemar
1976:1).
Komunikasi
verbal merupakan komunikasi yang berbentuk lisan maupun tulisan, dari segi
lisan yaitu: penggunaan Bahasa, intonasi, volume suara, hubungan relasional. Sedangkan
tulisan, yaitu: penggunaan Bahasa, punctuation, pemilihan huruf, hubungan
relasional. Dakwah verbal adalah ajakan, seruan agama Islam secara lisan maupun
tulisan.
Implementasi
dakwah verbal dalam kehidupan sehari-hari:
Berdakwah
merupakan kewajiban yang Allah SWT perintahkan kepada siapa saja yang memiliki
ilmu tentang Al-qur’an dan Assunnah. Di sini akan membahas implementasi atau
penerapan dakwah dengan komunikasi verbal.
1) Jika
seorang ayah menyuruh anaknya untuk sholat berjama’ah di masjid, maka ayah
tersebut setidaknya memberikan contoh dengan mengajaknya ke masjid dan
selanjutnya terbentuk suatu rutinitas akan amalan tersebut. Dengan terus
melakukan ajakan dan pemberian contoh secara rutinitas, kemungkinan dakwah akan
berhasil.
2) Sebelum
pembelajaran di kelas, dosen selalu menghimbau mahasiswanya untuk berdo’a
terlebih dahulu, agar dimudahkan oleh Allah dalam belajar dan sejatinya kita
hidup di dunia ini untuk mencari ridho Allah SWT.
3) Konten-konten sosial media yang sudah banyak sekali berisi ajakan untuk amar ma’ruf nahi munkar. Mereka berlomba-lomba untuk menyebarkan kebaikan melalui akunnya. Contoh: @basyasman00, @agamfachrul04
Dakwah lebih efektif dilakukan secara
verbal yaitu lisan maupun tulisan, banyak sekali yang dapat dilakukan ketika
dakwah dilakukan secara verbal, mengajak temen sholat ketika ketika adzan berkumandang,
mengingatkan temen ketika memuji keindahan ciptaan Allah tidak menyebut
Masyaallah, dan lain sebagainya. Setiap diri muslim yang menyadari dirinya
seorang pendakwah dan harus mencoba sekuat tenaga, walaupun pada akhirnya
hasilnya diserahkan kepada Allah. Memberikan hidayah itu kuasa Allah bukan
kuasa manusia, melainkan kuasa Allah semata. Kita hanya berkewajiban
menyampaikan, Allah lah yang akan memberikan petunjuk serta memberikan balasan,
baik kepada yang mendapat hidayah maupun yang tersesat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar