Rabu, 05 Oktober 2022

Implementasi Dakwah Verbal

 

IMPLEMENTASI DAKWAH DENGAN MENGGUNAKAN KOMUNIKASI VERBAL

 

Secara Etimologi: “dakwah” dari kata da’a, yad’u (panggilan, ajakan, seruan). Secara Terminologi : Syech Ali Mahfudh dalam kitabnya “Hidayatul Mursyidin” mengatakan bahwa dakwah yaitu mendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan mengikuti petunjuk agama, menyeru pada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Prof. Toha Yahya Oemar, MA. Mengatakan bahwa dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat (Taha Yahya Oemar 1976:1).

Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang berbentuk lisan maupun tulisan, dari segi lisan yaitu: penggunaan Bahasa, intonasi, volume suara, hubungan relasional. Sedangkan tulisan, yaitu: penggunaan Bahasa, punctuation, pemilihan huruf, hubungan relasional. Dakwah verbal adalah ajakan, seruan agama Islam secara lisan maupun tulisan.

Implementasi dakwah verbal dalam kehidupan sehari-hari:

Berdakwah merupakan kewajiban yang Allah SWT perintahkan kepada siapa saja yang memiliki ilmu tentang Al-qur’an dan Assunnah. Di sini akan membahas implementasi atau penerapan dakwah dengan komunikasi verbal.

1)      Jika seorang ayah menyuruh anaknya untuk sholat berjama’ah di masjid, maka ayah tersebut setidaknya memberikan contoh dengan mengajaknya ke masjid dan selanjutnya terbentuk suatu rutinitas akan amalan tersebut. Dengan terus melakukan ajakan dan pemberian contoh secara rutinitas, kemungkinan dakwah akan berhasil.

2)      Sebelum pembelajaran di kelas, dosen selalu menghimbau mahasiswanya untuk berdo’a terlebih dahulu, agar dimudahkan oleh Allah dalam belajar dan sejatinya kita hidup di dunia ini untuk mencari ridho Allah SWT.

3)      Konten-konten sosial media yang sudah banyak sekali berisi ajakan untuk amar ma’ruf nahi munkar. Mereka berlomba-lomba untuk menyebarkan kebaikan melalui akunnya. Contoh: @basyasman00, @agamfachrul04

Dakwah lebih efektif dilakukan secara verbal yaitu lisan maupun tulisan, banyak sekali yang dapat dilakukan ketika dakwah dilakukan secara verbal, mengajak temen sholat ketika ketika adzan berkumandang, mengingatkan temen ketika memuji keindahan ciptaan Allah tidak menyebut Masyaallah, dan lain sebagainya. Setiap diri muslim yang menyadari dirinya seorang pendakwah dan harus mencoba sekuat tenaga, walaupun pada akhirnya hasilnya diserahkan kepada Allah. Memberikan hidayah itu kuasa Allah bukan kuasa manusia, melainkan kuasa Allah semata. Kita hanya berkewajiban menyampaikan, Allah lah yang akan memberikan petunjuk serta memberikan balasan, baik kepada yang mendapat hidayah maupun yang tersesat.

 

 

Selasa, 04 Oktober 2022

Dakwah Non Verbal

 

 DAKWAH NON-VERBAL MELALUI GAYA BERPAKAIAN

 

Dakwah berasal dari Bahasa Arab, yaitu: da’a, yad’u, da’wa yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, amar ma’ruf nahi munkar sesuai al-qur’an dan hadist. Menurut Quraish Shihab, dakwah yaitu seruan atau ajakan keinsafan. Usaha mengubah situasi yang kurang baik kepada situasi yang lebih baik dan sempurna,baik terhadap pribadi maupun masyarakat dan dakwah seharusnya berperan dalam berbagai aspek kehidupan.

Komunikasi Non verbal adalah proses komunikasi dimana pesan yang disampaikan tidak melalui kata-kata, melainkan menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, maupun ekspresi. Dakwah non verbal berarti dakwah yang dilakukan dengan pemberian contoh yang baik, hikmah, pemberdayaan dan lain sebagainya. Dakwah non verbal bisa dilakukan oleh siapa saja dengan profesi apapun, sebagai seorang muslim sekaligus seorang pendakwah , kita pasti akan menempuh berbagai cara agar terlaksanakannya suatu dakwah. Pelaksanaan dakwah sudah tercantum dalam firman Allah Al-qur’an surah An Nahl:125

Pelaksanaan dakwah sudah tercantum dalam firman Allah Al-qur’an surah An Nahl:125


ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَـٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

 Artinya: “ajaklah manusia ke jalan Tuhan-mu dengan cara yang bijaksana, pengajaran baik dan berdiaologlah dengan mereka dengan cara-cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. An Nahl:125)

Melihat zaman sekarang teknologi sudah semakin maju, dimana semua lapisan masyarakat mudah sekali untuk mengakses apapun di situs online, kita yang tinggal di Indonesia bisa melihat keadaan di negara lain. Salah satunya gaya berpakaian, secara sadar maupun tidak kita telah meniru gaya pakaian orang barat, dengan stayl yang sangat memukau membuat tampilan kita lebih mempesona, baik laki-laki maupun perempuan. Disini peran seorang pendakwah dilaksanakan untuk memberi contoh bagaimana cara berpakaian rapi, stayls, anggun namun tetap sesuai dalam ajaran agama islam. Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al A’raf:26

 

يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ   

Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”(QS. Al A’raf 7:26)

Paling mudah bagaimana berdakwah non verbal melalui gaya pakaian, ini bisa dilakukan di lingkungan kampus, berpakaianlah sesuai syariat islam. Namun, akan  tetap stayls, rapi, nyaman dilihat. Selain gaya pakaian kita juga harus menjaga tutur kata sebagai seorang umat muslim.

Dakwah non verbal bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun, mengajak kebaikan menyeru kebenaran melakukan ketakwaan memang sudah tugas kita sebagai seorang umat islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Referensi:

Redaksi Academic. Pengertian dakwah; terminology, tujuan. Komponen dan media dakwah.2018. Diakses pada 5 Oktober 2022 pukul 08.54.https://www.academicindonesia.com/pengertian-dakwah/

Kristina.2021. pengertian dakwah menurut Bahasa dan istilah. diakses pada 5 oktober 2022 pukul 08.56.https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5599206/pengertian-dakwah-menurut-bahasa-dan-istilah

https://qurano.com/id/7-al-a-raf/ayat-26/#jalalainl. QS AL A’RAF:26. Di akses pada 5 Oktober 2022 pukul 08.58.

 

Sabtu, 01 Oktober 2022

komunikasi

 

AYAT AL-QUR'AN TENTANG KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Sudah tidak asing lagi bagi kita ketika mendengar kata komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan antara komunikator pada komunikan dengan media apa yang digunakan dan sehingga menimbulkan feedback.

komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih yang saling bergantung. Komunikasi interpersonal dapat berjalan secara kondusif apabila seorang komunikator (pemberi pesan) menunjukkan rasa empati kepada komunikan (penerima pesan).

Semua yang ada di dunia ini sudah dijelaskan dalam ayat-ayat Al-qur’an tinggal kita mau atau tidak untuk mentadaburinya. Salah satunya komunikasi interpersonal, dalam ayat-ayat Al-Qur’an komunikasi interpersonal dikategorikan kedalam 3 kelompok antara lain: komunikasi antar individu, komunikasi individu dengan kelompok (begitupun sebaliknya), serta komunikasi antar-kelompok. Percakapan Nabi Ibrahim dengan putranya yang Bernama Nabi Ismail dalam (QS. Ash Shaffat (37): 102) tergolong ke dalam komunikasi interpersonal antar individu. Kisah Nabi Musa dengan Fir’aun dalam (QS. Taha (20): 20), dialognya dengan kelompok penyihir utusan Fir’aun tentang siapakah yang memulai mempertunjukkan kemampuan sihir lebih dahulu dikategorikan sebagai komunikasi interpersonal satu kelompok dengan individu. Sedangkah ujaran Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya (QS. Yusuf (12): 77) tergolong praktik komunikasi interpersonal individu dengan kelompok.

(QS. Ash Shaffat (37): 102) dialog Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail termasuk kategori komunikasi interpersonal antar individu:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ  

Artinya : “Maka Ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. Ash Shaffat (37): 102)

 

(QS. Taha (20) : 20) surah ini dikategorikan dalam komunikasi interpersonal kelompok dengan individu:

فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى   (QS. Taha (20): 20)

Artinya: “Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat” (QS. Taha(20): 20)

 

(QS. Yusuf(12): 77) praktik komunikasi Interpersonal individu dengan kelompok:

قَالُوْٓا اِنْ يَّسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ اَخٌ لَّهٗ مِنْ قَبْلُۚ فَاَسَرَّهَا يُوْسُفُ فِيْ نَفْسِهٖ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْۚ قَالَ اَنْتُمْ شَرٌّ مَّكَانًا ۚوَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا تَصِفُوْنَ  

Artinya : “mereka berkata, “jika dia mencuri, maka sungguh sebelum itu saudaranya pun pernah pula mencuri.” Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), “kedudukanmu justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan,”(QS. Yusuf (12): 77)

Tafsir Quraish Shihab (Al-Misbah)

Ditemukannya bejana dari tas Bunyamin, saudaranya, mengagetkan dan membuat malu saudara-saudara Yusuf yang lain. Mereka pun mencari-cari alasan untuk membebaskan diri dari pencurian yang dilakukan oleh Bunyamin. Sebuah alasan menohok Bunyamin dan Yusuf dan mengisyaratkan bahwa mencuri adalah watak yang mereka berdua warisi dari ibunya. Mereka mengatakan. “Tidak aneh kalau ia mencuri, sebab saudara kandungnya pun pernah melakukan hal yang sama sebelumnya!” Yusuf merasakan dalamnya dan pedihnya tuduhan tersembunyi itu, tetapi ia menyimpan

 

 

Sumber Referensi

Yuyun, Affandi. 2020. Tafsir Ayat-ayat Komunikasi dan Relevansinya di Era Didital 4.0. Semarang: Fatawa Publishing. Hlm 70-72.

https://qurano.com/id/37-as-saffat/ayat-102/. Diakses pada 30 September 2022 pukul 11.35.

https://qurano.com/id/20-ta-ha/ayat-20/. Diakses pada 30 September 2022 pukul 11.35.

https://qurano.com/id/12-yusuf/ayat-77/#quraish_shihab. Diakses pada 30 September 2022 pukul 11.35.

https://qurano.com/id/12-yusuf/ayat-77/ . Diakses pada 30 September 2022 pukul 11.35

 

 

 

Minggu, 05 Desember 2021

Always Allah

Dalam gelapnya malam ku gelar lebar sajadah, mulai untuk bermunajat kepada sang khalik. Mencurahkan segala keluh kesah dalam kehidupan, merajut dalam keinginan hati yang paling dalam. Berharap agar segera dikabulkan, satu persatu do'a yang dilangitkan. Meneteskan air mata yang semakin lama semakin menderas saja. Ah gimana ini sudah tidak sanggup lagi saya menompangnya, tapi saya sadar bahwa sanya masih ada engkau sang maha agung.

 Takut mereka menjauh, takut mereka semua melupakan, takut sendirian, tapi aku sadar bahwa ada engkau yaa Allah. Saat merasa sendiri selalu teringat kalimat "Allah selalu ada disisihmu".

 Dan selalu menjadi bekasan hati dengan salah satu bukunya Wirda Mansyur "Remember me and I will Remember you" bahwa dibuku ini menceritakan bahwa ingatlah Allah maka Allah akan selalu mengingatmu dan yang akan selalu membantu disaat sedih, dan disaat senang jangan lupa mengingat sang maha agung. "Always Allah". 


Implementasi Dakwah Verbal

  IMPLEMENTASI DAKWAH DENGAN MENGGUNAKAN KOMUNIKASI VERBAL   Secara Etimologi : “dakwah” dari kata da’a, yad’u (panggilan, ajakan, serua...